Management Broiler

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Breeding Farm (Parent Stock)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Day old Chick

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Vaksin in Hatchery

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Brooding Management

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Efek Suhu Pemanas yang terlalu Dingin dan terlalu Panas terhadap Pertumbuhan Anak Ayam

0 komentar

Efek suhu pemanas yang terlalu dingin dan terlalu panas terhadap pertumbuhan anak ayam

Suhu yang terlalu dingin akan menyebabkan anak ayam bergerombol mendekati brooder dan malas beraktivitas, termasuk makan dan minum. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat. Selain itu, secara fisiologis suhu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah paru-paru sehingga kerja paru-paru terganggu. Hal ini selanjutnya akan memicu hidrops ascites (perut kembung). Tidak hanya itu, suhu dingin juga bisa mengakibatkan penyerapan kuning telur tidak sempurna dan berkembang menjadi penyakit yang lebih kompleks seperti omphalitis dan colibacillosis.

Suhu terlalu panas juga akan menimbulkan efek merugikan bagi anak ayam. Jika suhu terlalu panas, anak ayam akan menjauhi brooder dan mencari tempat yang lebih dingin dengan aliran udara yang lebih banyak. Ayam juga akan melakukan panting (terengah-engah), meningkatkan konsumsi minum dan mengurangi konsumsi ransum. Penurunan konsumsi ransum akan menyebabkan asupan nutrisi dalam tubuh berkurang sehingga pertumbuhannya terhambat. Sedangkan konsumsi minum yang meningkat akan menyebabkan feses ayam lebih encer. Feses encer dapat menyebabkan litter cepat lembab. Keadaan litter yang basah dengan suhu lingkungan yang tinggi merupakan faktor utama yang memicu meningkatnya kadar amonia dalam kandang ayam karena aktivitas bakteri ureolitik meningkat.

Untuk mencegah tidak sesuainya suhu brooding, kontrol suhu sebaiknya dilakukan sesering mungkin. Pengontrolan suhu dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian ransum. Suhu brooding dapat diukur dengan termometer yang diletakkan di tengah kandang brooder dengan ketinggian 20-30 cm dari litter. Selain menggunakan termometer, keadaan suhu brooder dapat digambarkan pula dengan aktivitas dan penyebaran anak ayam. Suhu yang ideal akan menyebabkan anak ayam beraktivitas secara normal dan ayam tersebar secara merata ke seluruh kandang.

Efek Amonia

1 komentar

Efek Amonia Terhadap Ayam

Sekam yang sudah basah (dan tidak diganti) akan menimbulkan beberapa masalah bagi ayam, antara lain:

- Menghasilkan gas amonia. Selain bau yang menyengat. amonia akan mengiritasi permukaan saluran pernapasan ayam (tempat adanya sistem penyaringan udara). Akibatnya, udara terhisap ayam tidak tersaring (kotor,red) dan mengandung banyak agen penyakit. Hal ini yang berpotensi menyebabkan penyakit saluran pernapasan seperti CRD, ND, AI dan sebagainya.

- Menjadi sumber penularan penyakit (dari feses ayam sakit,red), seperti cacingan atau koksidiosis.

- Mengundang vektor (serangga penyebar penyakit) seperti lalat.

- Menimbulkan luka di telapak kaki anak ayam dan kemerahan di bagian otot dada. Hal ini karena panasnya amonia tersebut.

Tujuan Pemberian Klorin (Kaporit)

0 komentar

Tujuan Pemberian Klorin (Kaporit)

Tujuan dari klorinasi (pemberian kaporit/ klorin) adalah sebagai upaya sanitasi air minum yang dapat membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang mencemari air. Klorinasi dilakukan dengan cara memasukkan klorin sebanyak 3-5 ppm ke dalam air minum. Umumnya klorin dijual di pasaran dalam bentuk kaporit atau calcium hypochlorite (CaOCl2). Jika kaporitnya murni, untuk memperoleh kadar yang tepat dalam air minum dibutuhkan 6-10 gram kaporit tiap 1.000 liter air. Namun jika kaporit yang dimiliki hanya berkonsentrasi 50%, dosis kaporit yang digunakan menjadi dua kali lipat, yaitu 12-20 gram tiap 1.000 liter air.

Efek pemberian kaporit/klorin diantaranya akan meningkatkan pH air karena kaporit bersifat basa. Rasa dan bau air minum juga akan berubah sehingga menurunkan nafsu minum ayam. Jika kaporit/klorin digunakan terus menerus, maka ayam bisa mengalami iritasi saluran pencernaan dan mikroba menguntungkan dalam saluran pencernaan bisa mati. Oleh sebab itu, air yang mengandung kaporit/klorin harus didiamkan terlebih dahulu ± 20 menit sebelum diberikan ke ayam. Tetapi, jika akan melakukan vaksinasi, Sebaiknya air jangan diberikan klorin untuk mencegah rusaknya vaksin tersebut.

Mencegah Bau Amonia di Kandang Postal (Non Panggung)

1 komentar

Mencegah Bau Amonia di Kandang Postal (Non Panggung)

Untuk menghilangkan bau amonia agak sulit dilakukan jika ayam dipelihara di kandang postal (non panggung) karena saat pemeliharaan, litter tidak di buang sepanjang periode pemeliharaan ayam. Hal ini akan menyebabkan kotoran/feses maupun urin akan selalu tersimpan dalam litter. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kadar amonia di dalam kandang antara lain :

Cegah hal-hal yang dapat mempercepat litter menjadi cepat basah seperti perbaiki atap yang bocor, hati-hati saat pengisian ulang air minum, hati-hati terhadap tampias air saat musim hujan, dll

Lakukan manajemen litter yang baik. Pada masa brooding, mulai umur 4 hari sampai umur 14 hari, lakukan pembolak-balikan litter secara teratur setiap 3-4 hari sekali. Jika litter basah dan menggumpal dalam jumlah sedikit, terutama di sekitar tempat makan, tempat minum dan di depan pintu segera ambil dan ganti dengan yang baru. Namun jika jumlah litter yang menggumpal banyak, alangkah lebih baik jika ditambahkan litter baru. Jangan lupa litter pengganti yang digunakan, sebelumnya disemprot dengan menggunakan desinfektan dan tunggu sampai kering.
Mencegah bau amonia di kandang postal (non panggung)

Berikan ransum sesuai kebutuhan terutama kadar protein dan kadar garamnya (harus sesuai dengan fase pertumbuhannya). Kadar protein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya kelebihan protein di dalam tubuh ayam, kelebihan protein tersebut akan dikeluarkan melalui feses berupa urea yang akan menjadi sumber amonia. Sedangkan kadar garam yang terlalu tinggi di dalam ransum dapat menyebabkan ayam menjadi mudah haus sehingga ayam menjadi lebih sering minum dan feses yang dikeluarkan menjadi lebih basah.

Mengatur sistem sirkulasi udara agar tetap lancar sehingga dapat membantu pertukaran udara dengan konsentrasi amonia tinggi dari dalam ke luar kandang. Atur buka tutup tirai kandang atau gunakan kipas angin untuk memperlancar sirkulasi udara yang ada dalam kandang. Kipas angin dapat membantu litter menjadi lebih cepat kering dan mengurangi paparan amonia pada ayam.

Pengaruh sisa kuning telur belum terserap sempurna dan pusar tidak segera menutup

1 komentar

Pengaruh sisa kuning telur belum terserap sempurna dan pusar tidak segera menutup


Sisa kuning telur (yolk sacc) merupakan sumber nutrisi yang penting untuk perkembangan awal DOC serta sebagai sumber kekebalan (antibodi maternal). Akan tetapi di satu sisi, kuning telur juga merupakan media yang cocok untuk perkembangan mikroorganisme. Pada kondisi yang normal seharusnya kuning telur akan terserap habis sekitar umur 5-7 hari. Terhambatnya penyerapan kuning telur akan berpengaruh terhadap penyerapan antibodi maternal. Hal ini akan berpengaruh terhadap sistem pertahanan tubuh kurang bagus. Yang dikhawatirkan adalah ketika ada infeksi dari lapangan, maka DOC tidak memiliki pertahanan yang cukup untuk menetralkan bibit penyakit tersebut.

Pada saat chick in seharusnya pusar dalam kondisi menutup karena secara normal pusar DOC akan menutup beberapa jam setelah penetasan mengikuti penyerapan kuning telur. Tali pusar yang tidak segera menutup akan menyebabkan permasalahan lain yaitu terjadinya omphalitis. Adanya peradangan ini akan menyebabkan bibit penyakit mudah menginfeksi seperti Salmonella sp., Clostridium dan yang paling sering adalah infeksi bakteri Escherichia coli. Kejadian omphalitis ditandai dengan :
- Ayam cenderung bergerombol di bawah pemanas
- Ayam terlihat lemah, mengantuk dan perut menggembung serta penurunan nafsu makan dan minum
- Lembeknya jaringan sekitar pusar serta terkadang keluarnya cairan kuning telur dari pusar
- Peradangan pada pusar ditandai dengan warna kemerahan dan bengkak
- Kloaka menjadi kotor karena terkadang ayam menunjukkan gejala diare
- Kuning telur yang tidak terserap dan akan nampak material kuning telur yang mengeras (terjadi peritonitis)
- Dapat menyebabkan kematian tinggi

Yolk belum terserap sempurna dan mengalami kontaminasi

Black Navel (Pusar belum menutup sempurna)

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan absorbsi kuning telur diantaranya : stres, hatchery yang kurang higienis, rendahnya kelembaban dalam mesin tetas yang berakibat membran kerabang telur akan menjadi kering dan proporsi kerabang telur yang kering akan menarik pusar sehingga menyebabkan iritasi pada tali pusar sehingga pusar tidak dapat menutup secara sempurna.

Agar kuning telur dapat terserap dengan cepat maka perlu diperhatikan mulai ketika chick in. Pada saat chick in perlu dilakukan seleksi terhadap kualitas DOC. DOC dengan kualitas kurang bagus lebih baik dipisahkan karena hal tersebut bisa menjadi sumber penularan penyakit bagi ayam-ayam yang lain. Berikan pemanas yang cukup sehingga ayam tidak terlalu kedinginan serta hindari faktor penyebab stres.

Berikan antibiotik jika tali pusar DOC basah serta kualitas DOC yang kurang bagus guna mencegah terjadinya infeksi penyakit akibat kuman-kuman yang menempel melalui pusar. Dan sebaiknya dilanjutkan dengan pemberian multivitamin guna meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh ayam. Satu hal yang tidak boleh terlupakan, tetap perketat biosecurity guna meminimalkan bibit penyakit yang ada di lingkungan.

Problema Imunosupresi

0 komentar

Problema imunosupresi pada ayam

Gangguan pada sistem pertahanan tubuh yang disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang bersifat imunosupresi (faktor yang menekan/mendepresi respon pertahanan tubuh) mungkin menjadi suatu contoh yang paling representatif dewasa ini. Akibat jeleknya sistem pertahanan tubuh, maka akan muncul kasus-kasus infeksius yang sangat bervariasi baik dalam jenis maupun dalam derajat kepaharahannya, bahkan cenderung dalam bentuk infeksi kompleks yang berulang-ulang.

Sistem kekebalan ayam atau imun merupakan suatu mekanisme yang digunakan dalam tubuh ayam sebagai perlindungan terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

Ada beberapa faktor yang menekan fungsi sistem kekebalan pada ayam yang menyebabkan imunosupresif. Perkembangan organ limfoid yang sub optimal akan menyebabkan terjadinya imunosupresi.

Penyebab imunosupresif antara lain disebabkan oleh stres intrinsik dan ekstrinsik, defisiensi dan ketidakseimbangan nutrisi, penyakit menular, dan metabolit mikroorganisme. Imunosupresif ditandai dengan respon terhadap vaksinasi yang tidak optimal, ayam peka terhadap berbagai infeksi, mudah sakit, respon terhadap pengobatan buruk, seolah-olah obat tidak manjur, dan organ-organ limfoid mengecil (thymus dan bursa).

Culling Standard

0 komentar

Culling Standard DOC

Dehidrate (leg),

Eyes deformity (various),

Unhealed (Navel),

String (navel),

Slipped tendon/perosis (leg),

Red hock (leg),

Dirty (navel),

Button (Black navel),

Cross beak (various),

Weak (various)

 

Kesehatan unggas © 2011 Design by Drh. Gusti Made | Sponsored by Gusti Nyoman S.Kom