Management Broiler

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Breeding Farm (Parent Stock)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Day old Chick

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Vaksin in Hatchery

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Brooding Management

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan

Kualitas Air Minum

0 komentar

Kualitas Air Minum pada Ayam

Cara praktis untuk mengetahui kesadahan air minum dapat dilakukan dengan cara melarutkan detergen dalam air minum. Jika air minum sadah atau mengandung logam berat, seperti (Ca2+, Mg2+ dan Al3+) maka detergen yang ditambahkan dalam air minum tidak akan menimbulkan busa atau jumlah busa yang dihasilkan sedikit.

Teknis analisis praktis dengan memakai deterjen tersebut tidak bisa menujukkan tingkat kesadahan atau kadar logam berat dalam air minum. Untuk mengetahui tingkat kesadahan maka air minum tersebut hendaknya diuji melalui laboratorium. Medion memiliki fasilitas uji air minum untuk mengetahui kadar kesadahan suatu air minum.

Penggunaan air minum dengan tingkat kesadahan tinggi (> 180 ppm) akan mengakibatkan berkurangnya kelarutan beberapa sediaan obat, terutama yang mengandung fluoroquinolon atau tetrasiklin. Desinfektan dengan kandungan zat aktif berupa iodine dan quats daya kerjanya akan menurun saat dilarutkan dalam air minum yang sadah.

Air sungai, air ledeng (PDAM), air sumur maupun air sumur bor pada dasarnya bisa digunakan sebagai air minum ayam. Hanya saja dengan kondisi alam yang semakin rusak mengakibatkan kualitas air semakin menurun.

Pemanfaatan air sungai untuk keperluan air minum ayam relatif jarang dilakukan, mengingat saat ini kondisi sungai telah banyak tercemar, baik oleh kotoran manusia dan ternak, bahan kimia (deterjen dan pestisida), limbah industri maupun rumah tangga. Air ledeng (PDAM) juga bisa digunakan sebagai sumber air minum ayam. Hanya saja kita perlu pertimbangkan kembali mengenai biaya yang harus kita keluarkan. Selain itu, kualitas air PDAM juga perlu kita pertimbangkan mengingat instalasi saluran air dari PDAM seringkali telah terbentuk lapisan biofilm yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai bibit penyakit. Adanya biofilm ini akan menurunkan aktivitas desinfektan atau klorin saat proses sanitasi air minum.

Air sumur gali atau sumur bor (sumur artesis) menjadi sumber air minum yang paling banyak digunakan oleh peternak. Kualitas airnya relatif lebih stabil dan baik. Hanya saja pembuatan sumur perlu memperhatikan jarak sumur dengan tempat penampungan feses. Jika terlalu dekat (< 10 m) akan mengakibatkan air tersebut relatif mudah terkontaminasi Eschericia coli dan tercemar nitrat atau nitrit. Kedalam sumur juga perlu diperhatikan, sebaiknya sumur artesis memiliki kedalaman 50-60 m. Saat kita memakai air dari sumur galian atau bor alangkah lebih baiknya kita memiliki “water ground” sebagai tempat penampungan air sementara untuk mengendapkan partikel-partikel yang mencemari air tersebut. Saat kita akan memutuskan untuk memilih sumber air minum hendaknya kita melakukan pengujian kualitas air minum melalui laboratorium. Kualitas air minum yang baik terkait dengan kondisi fisik, kimia maupun biologi.


Pengujian kualitas air minum sebaiknya dilakukan pada sumber air yang baru. Dan saat masa pergantian musim (masa pancaroba) hendaknya juga dilakukan pengujian kualitas air minum.

Chick-in Pada Awal Musim Penghujan

1 komentar

Chick-in pada awal musim penghujan

Prinsip pemeliharaan ayam baik pada musim penghujan maupun musim kemarau adalah menjadikan ayam mendapatkan suasana yang nyaman. Pada musim kemarau maupun musim penghujan masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat musim penghujan tiba yaitu :

- Kontrol kondisi atap kandang, pastikan kandang tidak bocor dan air/tampias tidak masuk ke dalam kandang. Adanya kebocoran dalam kandang dapat menyebabkan litter menjadi basah, jika hal ini sampai terjadi dapat memudahkan bibit penyakit tumbuh, baik bibit penyakit penyebab gangguan pernapasan maupun pencernaan.

- Perhatikan ketebalan litter minimal 8-12 cm atau lebih.

- Pemasangan tirai lebih rapat, namun harus tetap memperhatikan sirkulasi udara.

- Penggunaan pemanas disesuaikan dengan kondisi kandang, lakukan kontrol kesesuaian suhu dan kelembaban kandangan.

- Kepadatan ayam harus disesuaikan dengan ukuran kandang, jika terlalu longgar ayam dapat mengalami kedinginan, namun jika terlalu padat dapat menimbulkan gangguan pada ayam seperti gangguan pernapasan atau pencernaan.

- Kontrol kualitas ransum, ransum yang terlalu lembab dapat menyebabkan tumbuhnya jamur sehingga mikotoksin dapat mengganggu pertumbuhan ayam.

- Jaga kualitas air.

- Berikan terapi supportif dengan menggunakan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam.

Efek Suhu Pemanas yang terlalu Dingin dan terlalu Panas terhadap Pertumbuhan Anak Ayam

0 komentar

Efek suhu pemanas yang terlalu dingin dan terlalu panas terhadap pertumbuhan anak ayam

Suhu yang terlalu dingin akan menyebabkan anak ayam bergerombol mendekati brooder dan malas beraktivitas, termasuk makan dan minum. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat. Selain itu, secara fisiologis suhu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah paru-paru sehingga kerja paru-paru terganggu. Hal ini selanjutnya akan memicu hidrops ascites (perut kembung). Tidak hanya itu, suhu dingin juga bisa mengakibatkan penyerapan kuning telur tidak sempurna dan berkembang menjadi penyakit yang lebih kompleks seperti omphalitis dan colibacillosis.

Suhu terlalu panas juga akan menimbulkan efek merugikan bagi anak ayam. Jika suhu terlalu panas, anak ayam akan menjauhi brooder dan mencari tempat yang lebih dingin dengan aliran udara yang lebih banyak. Ayam juga akan melakukan panting (terengah-engah), meningkatkan konsumsi minum dan mengurangi konsumsi ransum. Penurunan konsumsi ransum akan menyebabkan asupan nutrisi dalam tubuh berkurang sehingga pertumbuhannya terhambat. Sedangkan konsumsi minum yang meningkat akan menyebabkan feses ayam lebih encer. Feses encer dapat menyebabkan litter cepat lembab. Keadaan litter yang basah dengan suhu lingkungan yang tinggi merupakan faktor utama yang memicu meningkatnya kadar amonia dalam kandang ayam karena aktivitas bakteri ureolitik meningkat.

Untuk mencegah tidak sesuainya suhu brooding, kontrol suhu sebaiknya dilakukan sesering mungkin. Pengontrolan suhu dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian ransum. Suhu brooding dapat diukur dengan termometer yang diletakkan di tengah kandang brooder dengan ketinggian 20-30 cm dari litter. Selain menggunakan termometer, keadaan suhu brooder dapat digambarkan pula dengan aktivitas dan penyebaran anak ayam. Suhu yang ideal akan menyebabkan anak ayam beraktivitas secara normal dan ayam tersebar secara merata ke seluruh kandang.

Efek Amonia

1 komentar

Efek Amonia Terhadap Ayam

Sekam yang sudah basah (dan tidak diganti) akan menimbulkan beberapa masalah bagi ayam, antara lain:

- Menghasilkan gas amonia. Selain bau yang menyengat. amonia akan mengiritasi permukaan saluran pernapasan ayam (tempat adanya sistem penyaringan udara). Akibatnya, udara terhisap ayam tidak tersaring (kotor,red) dan mengandung banyak agen penyakit. Hal ini yang berpotensi menyebabkan penyakit saluran pernapasan seperti CRD, ND, AI dan sebagainya.

- Menjadi sumber penularan penyakit (dari feses ayam sakit,red), seperti cacingan atau koksidiosis.

- Mengundang vektor (serangga penyebar penyakit) seperti lalat.

- Menimbulkan luka di telapak kaki anak ayam dan kemerahan di bagian otot dada. Hal ini karena panasnya amonia tersebut.

Tujuan Pemberian Klorin (Kaporit)

0 komentar

Tujuan Pemberian Klorin (Kaporit)

Tujuan dari klorinasi (pemberian kaporit/ klorin) adalah sebagai upaya sanitasi air minum yang dapat membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang mencemari air. Klorinasi dilakukan dengan cara memasukkan klorin sebanyak 3-5 ppm ke dalam air minum. Umumnya klorin dijual di pasaran dalam bentuk kaporit atau calcium hypochlorite (CaOCl2). Jika kaporitnya murni, untuk memperoleh kadar yang tepat dalam air minum dibutuhkan 6-10 gram kaporit tiap 1.000 liter air. Namun jika kaporit yang dimiliki hanya berkonsentrasi 50%, dosis kaporit yang digunakan menjadi dua kali lipat, yaitu 12-20 gram tiap 1.000 liter air.

Efek pemberian kaporit/klorin diantaranya akan meningkatkan pH air karena kaporit bersifat basa. Rasa dan bau air minum juga akan berubah sehingga menurunkan nafsu minum ayam. Jika kaporit/klorin digunakan terus menerus, maka ayam bisa mengalami iritasi saluran pencernaan dan mikroba menguntungkan dalam saluran pencernaan bisa mati. Oleh sebab itu, air yang mengandung kaporit/klorin harus didiamkan terlebih dahulu ± 20 menit sebelum diberikan ke ayam. Tetapi, jika akan melakukan vaksinasi, Sebaiknya air jangan diberikan klorin untuk mencegah rusaknya vaksin tersebut.

Mencegah Bau Amonia di Kandang Postal (Non Panggung)

1 komentar

Mencegah Bau Amonia di Kandang Postal (Non Panggung)

Untuk menghilangkan bau amonia agak sulit dilakukan jika ayam dipelihara di kandang postal (non panggung) karena saat pemeliharaan, litter tidak di buang sepanjang periode pemeliharaan ayam. Hal ini akan menyebabkan kotoran/feses maupun urin akan selalu tersimpan dalam litter. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kadar amonia di dalam kandang antara lain :

Cegah hal-hal yang dapat mempercepat litter menjadi cepat basah seperti perbaiki atap yang bocor, hati-hati saat pengisian ulang air minum, hati-hati terhadap tampias air saat musim hujan, dll

Lakukan manajemen litter yang baik. Pada masa brooding, mulai umur 4 hari sampai umur 14 hari, lakukan pembolak-balikan litter secara teratur setiap 3-4 hari sekali. Jika litter basah dan menggumpal dalam jumlah sedikit, terutama di sekitar tempat makan, tempat minum dan di depan pintu segera ambil dan ganti dengan yang baru. Namun jika jumlah litter yang menggumpal banyak, alangkah lebih baik jika ditambahkan litter baru. Jangan lupa litter pengganti yang digunakan, sebelumnya disemprot dengan menggunakan desinfektan dan tunggu sampai kering.
Mencegah bau amonia di kandang postal (non panggung)

Berikan ransum sesuai kebutuhan terutama kadar protein dan kadar garamnya (harus sesuai dengan fase pertumbuhannya). Kadar protein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya kelebihan protein di dalam tubuh ayam, kelebihan protein tersebut akan dikeluarkan melalui feses berupa urea yang akan menjadi sumber amonia. Sedangkan kadar garam yang terlalu tinggi di dalam ransum dapat menyebabkan ayam menjadi mudah haus sehingga ayam menjadi lebih sering minum dan feses yang dikeluarkan menjadi lebih basah.

Mengatur sistem sirkulasi udara agar tetap lancar sehingga dapat membantu pertukaran udara dengan konsentrasi amonia tinggi dari dalam ke luar kandang. Atur buka tutup tirai kandang atau gunakan kipas angin untuk memperlancar sirkulasi udara yang ada dalam kandang. Kipas angin dapat membantu litter menjadi lebih cepat kering dan mengurangi paparan amonia pada ayam.

 

Kesehatan unggas © 2011 Design by Drh. Gusti Made | Sponsored by Gusti Nyoman S.Kom