Sekilas Mengenai Sulfonamida

Sekilas Mengenai Sulfonamida

Sulfonamida merupakan salah satu kemoterapeutika yang pertama kali digunakan secara sistemik untuk melakukan pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan salah salah satu kelompok obat yang penting pada penanganan kasus infeksi saluran kencing, malaria, koksidiosis dll.
Mekanisme kerja sulfonamid:
Banyak ditemukan teori, tetapi yang paling banyak dianut yaitu woods dan fildes yang berdasarkan antagonis antara PABA (paraamino Benzoic Acid) dengan sulfa sehingga penggunaan PABA oleh bacteri dihambat oleh sulfa.
Bakteri yang sensitive terhadap sulfa yaitu
Streptococci, pyogenes grup, pneumotokus, B.anthraks, C. diphtheria, h.Influenza, H.Ducroyi, brucella, v.cholera, P.pestis, nocardia, actinomycetes, donovaria granulomatis dan virus-virus penyebab trakoma, limfogranuloma venereum dan inclution conjunctivitis.
Mikroba yang tidak dihambat antara lain:
Pasteurella tolurensis, H. Pertossis, Leptospira, borellia, treponema, M. tubercullosis, M. Leprae, Ricketsia, Amoeba, Plasmodia, candida, fungus dan virus.
Resistensi Bakteri
Bacteri yang mula-mula sensitif dapat menjadi resisten, misal; gonokokus resisten terhadap Sulfapirimidin. Resistensi ini biasanya bersifat persisten dan irreversible, tetapi tidak disertai dengan resisitensi silang terhadap kemoterapeutik lain. Menurut woods resistensi terjadi karena kesanggupan bacteri mensisntesis PABA meningkat atau mungkin disebabkan karena perubahan susunan enzim bacteri berupa peninggian daya merusak obat, produksi antagonis obat yng meninggi. Akibat terjadinya resistensi ini sering timbul kegagalan pengobatan penyakit infeksi terutma yang disebabkan oleh gonokokus, staphylococus, meningococus, streptococcus, hemolytikus dan beberapa shigella dysentriae
Untuk mencegah resistensi dianjurkan :
1. Gunakan dosis yang cukup tinggi
2. Pengobatan secepat mungkin, segera sesudah diagnosis ditegakkan
3. Gunakan obat ini hanya bila merupakan obat terpilih untuk penyakit yang diobati
4. Bila perlu diberikn kombinasi pengobatan

Jenis-Jenis Sulfonamida
Dapat menembus barier otak
• Sulfadiazin
• Sulfamerazin
• Sulfadimidin
• Sulfanilamid
• Sulfafurazol
• Sulfa metal fenazol

Sulfonamid “gut active”
Sulfonamid “gut active” adalah jenis sulfonamida yang proses absorpsi di dalam usus sedikit (sukar), sehingga efeknya hanya untuk infeksi mukosa saluran superficial.
Sulfonamid “Gut active” yang penting ialah:
• Sulfaguanidin
• Ftalilsulfatiazol
• Suksinil sulfatiazol
• Ftalil sulfasetamid
Berdasarkan kecepatan absorpsi dan eksresi, sulfonamid dibagi menjadi empat golongan:
Sulfonamid dengan absorpsi dan eksresi cepat, antara lain:
• Sulfodiazin
• Sulfamerazin
• Sulfametazin
• Sulfasoksazol
Sulfonamid dengan absorpsi cepat dan eksresi lambat, antara lain;
• Sulfametoksipiridosin
• Sulafadimetoksin
• Sulfa ini kerjanya panjang
Sulfonamid yang hanya sedikit diabsorpsi oleh usus, antara lain;
• Suksinil sulfatiazol
• Ftalil sulfatiazol
• Sulfaguanidin
Sulfonamid yang digunakan untuk maksud-maksud khusus, antara lain;
• Sulfosomidin
• Sulfasetamid
• Perak sulfadiazine
Sulfonamide long acting
• Sulfametoksipiridozin
• Sulfametoksin
• Sulfasomizol
• Sulfametoksazol
• Sulfametoksidiazin
• Sulfadimetoksin
Sufonamid ultra long acting
• Sulfadoksin
• Sulfametoksipirazin

0 komentar:

Posting Komentar

 

Kesehatan unggas © 2011 Design by Drh. Gusti Made | Sponsored by Gusti Nyoman S.Kom